Langsung ke konten utama

Postingan

Ragam Jumlah Rakaat Shalat Tarawih

Tarawih secara bahasa merupakan bentuk jamak dari kata tarwihah yang berarti istirahat setiap selesai shalat empat rakaat. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibn al-Manzhur : والترويحة في شهر رمضان: سميت بذلك لأستراحة القوم بعد كل أربع ركعات Artinya: “Tarwihah dalam bulan ramadhan, dinamakan demikian karena istirahat beberapa orang setelah melaksanakan shalat empat rakaat”. (Ibn al-Manzhur, Lisan al-‘Arab, Juz. II, hal. 462). Secara istilah tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan di malam hari pada bulan ramadhan. Shalat tarawih hukumnya Sunnah berdasarkan kesepakatan para ulama. Dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqiyyah al-Kuwaitiah disebutkan : أتفق الفقهاء على سنية صلاة التراويح، وهي عند الحنفية والحنابلة وبعض المالكية سنة مؤكدة، وهي سنة للرجال والنساء وهي من أعلام الدين الظاهرة Artinya: “Kesepakatan para Fuqaha’ atas kesunnahan shalat tarawih. Sementara menurut madzhab Hanafiyah, Hanabilah, dan sebagian Malikiyah (salat tarawih) adalah sunah muakkadah. Salat tarawih dianju...

Keutamaan Membaca Surah al-Kahfi Hari Jum'at

Surah al-Kahfi termasuk surah Makiyyah, 110 ayat, Kecuali ayat 28, ayat 82 sampai dengan ayat 101 Madaniyyah Turun sesudah surat Al-Gasyiyah ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: " مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ  الْجُمُعَةِ، أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ " Dari Nabi Saw. yang telah bersabda:   Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka memancarlah cahaya baginya sejak mulai membacanya sampai Jumat berikutnya ( HR. Al-Hakim)

Keutamaan Bersholawat Atas Nabi Muhammad ﷺ

Sesunggunya keutamaan bersholawat kepada Nabi ﷺ banyak sekali, sehingga menjadi lemah pena untuk menulisnya dan menjadi sempit kitab-kitab untuk menceritakannya. Dan kami akan menyampaikannya dengan penjelasan yang ringkas, yaitu ; 1.   Sesunggunya orang yang bersholawat kepada Nabi ﷺ , maka Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali [1] 2.   Siapa yang bersholawat kepada Nabi ﷺ , maka Rasulullah ﷺ akan bersholawat kepadanya [2] 3.   Sesunggunya orang yang bersholawat kepada Nabi ﷺ maka para malaikat Allah akan bersholawat kepadanya [3] 4.   Siapa yang bersholawat kepada Nabi ﷺ , maka akan diangkat derajatnya, ditambah pahala kebaikannya dan dihapus dosa kejelakan darinya [4] 5.   Siapa yang bersholawat kepada Nabi ﷺ , maka baginya itu pahala memerdekakan 10 orang budak menurut Dzat Allah [5] 6.   Siapa yang bersholawat kepada Nabi ﷺ , maka itu menjadi sebab pengampunan dosa-dosa, yang demikian itu sesuai keimanan seorang mu...

Macam-Macam Sholat Jahr dan Sirr

Sepakat para ulama fiqih bahwasanya disunnahkan menjahr-kan (mengeraskan) bacaan dalam sholat Subuh, Maghrib, Isya, Jum'at, 'Idain (Idul Fitri & Adha), Tarawih dan Witir Ramadhan. Dan disunnahkan mensirr-kan (merendahkan/ merahasiakan) bacaan dalam sholat Zuhur dan Ashar. Diambil dari Kitab  al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuh  Karya Dr. Wahbah az-Zuhailiy Juz 1

Arah Pandangan Mata Ketika Sholat

Mazhab Syafi'i dan lainnya mengatakan : "Dianjurkan (disenangi) untuk melihat ke arah tempat sujud bagi orang yang sholat, karena perbuatan itu lebih mendekati kepada kekhusyukan". Sebagaimana telah diriwayatkan Ibnu 'Abbas  رضي الله عنهما  dia berkata : "Adapun Rasulullah  صلى الله عليه وسلم  apabila memulai sholat, beliau tidak melihat kecuali ke arah tempat sujudnya". Yang demikian itu tidak dilakukan saat tasyahud, melainkan hendaklah melihat kepada jari telunjuk sebagai isyarat dengannya. Diambil dari Kitab  al-Fiqh al-Islamiy wa Adillatuh  Karya Dr. Wahbah az-Zuhailiy Juz 1

Apakah dianjurkan untuk bergeser dari tempat sholat fardhu kalau mau sholat sunnah?

Menurut mazhab Syafi’i, disunnahkan bagi orang yang sholat fardhu untuk bergeser dari tempatnya setelah selesai sholat fardhu untuk melaksanakan sholat sunnah. Apabila tidak mudah bagi orang yang sholat untuk bergeser disebabkan berdesak-desakkan dan sebagainya, Maka disunnahkan untuk mengucapkan kalimat yang diluar dari perbuatan sholat, seperti mengucapkan ; Apakah kamu selesai sholat fardhu? Dan hal yang semisalnya, kemudian ia memulai sholat sunnah yang ia inginkan. Diambil dari Kitab al-Fiqh 'ala al-Madzahib al-Arba'ah Karya 'Abdurrahman al-Jaziriy Juz 1 Halaman 301.

Makna Adzan Serta Dalilnya

Makna adzan menurut bahasa ialah pemberitahuan, sebagaimana firman Allah Ta’ala ; وَاَذَانٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖٓ “ Dan satu maklumat (pemberitahuan) dari Allah dan Rasul-Nya ” [1]   Yaitu, Pemberitahuan. Dalam ayat yang lain Allah Ta’ala juga berfirman ;   وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji” [2] Yaitu, Beritahukanlah mereka. Sedangkan maknyanya dalam syara’ ialah pemberitahuan dengan masuknya waktu sholat, dengan dzikir (lafaz) yang dikhususkan. Adapun dalil disyariatkannya adzan ialah dari al-Qur’an, Sunnah, Ijma’. Sebagaimana firman Allah Ta’ala ; يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ …. ‘Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah ….” . [3] Dalam ayat lain Allah berfirman ; وَاِذَا نَادَيْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ اتَّخَذ...