Langsung ke konten utama

Keutamaan Bersholawat Atas Nabi Muhammad ﷺ



Sesunggunya keutamaan bersholawat kepada Nabi banyak sekali, sehingga menjadi lemah pena untuk menulisnya dan menjadi sempit kitab-kitab untuk menceritakannya. Dan kami akan menyampaikannya dengan penjelasan yang ringkas, yaitu ;
1.  Sesunggunya orang yang bersholawat kepada Nabi , maka Allah akan bersholawat kepadanya 10 kali[1]
2.  Siapa yang bersholawat kepada Nabi , maka Rasulullah akan bersholawat kepadanya[2]
3.  Sesunggunya orang yang bersholawat kepada Nabi maka para malaikat Allah akan bersholawat kepadanya[3]
4.  Siapa yang bersholawat kepada Nabi , maka akan diangkat derajatnya, ditambah pahala kebaikannya dan dihapus dosa kejelakan darinya[4]
5.  Siapa yang bersholawat kepada Nabi , maka baginya itu pahala memerdekakan 10 orang budak menurut Dzat Allah[5]
6.  Siapa yang bersholawat kepada Nabi , maka itu menjadi sebab pengampunan dosa-dosa, yang demikian itu sesuai keimanan seorang mukmin, kecintaan dan keikhlasannya bersholawat kepada Nabi [6]
7.  Bersholawat kepada Nabi , maka menjadi perantara diampuni dosa saudaranya dan mendapat ketenangan di dalam kuburnya[7]
8.  Siapa yang mengkhususkan sholawat atas Nabi , maka Rasulullah memberi syafa’at baginya[8]
9.  Bersholawat kepada Nabi , maka ia akan dijauhkan dari kefakiran, dilimpahkan dengan kebaikan serta keberkahan[9]
10.       Bersholawat kepada Nabi , maka ia akan menjadi manusia yang utama (dekat dengan Rasulullah)[10]
11.       Bersholawat kepada Nabi , maka keberkahan dan kebaikannya akan menjaga orang yang bersholawat, anaknya serta cucunya.[11]

Diterjemahkan dari kitab ماذا في شعبان ؟ Karya Sayyid Muhammad bin ‘Alawi bin ‘Abbas al-Maliki al-Makki al-Hasani, Halaman 31 - 41



[1] HR. Muslim dan Ashabusunan
[2] HR. Tabrani
[3] HR. Tabrani
[4] HR. Tabrani, An-Nasa’i dan Bazar
[5] HR. Barra’, Menurut al-Mundziri HR. Ibnu Abi Ashim
[6] HR. Ibn Abi Ashim dan Tabrani
[7] Diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah
[8] HR. Abu Daud dari Abu Bakar ra
[9] Riwayat Abu Naim dari Samurah bin Jundub
[10] HR. Tirmidzi
[11] Diriwayatkan dari Hudzaifah ra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pondok Pesantren Daarul Aula Kembali Membuka Gelombang Pendaftaran

Alhamdulillah Pondok Pesantren Daarul Aula kembali membuka Penerimaan Santri Baru Tahun Ajaran 2022/2023 untuk Gelombang II, mulai tanggal 16 Mei s/d 30 Juni 2022. Bagi Bapak/Ibu/Saudara/Saudari/Sahabat yang berminat mendaftarkan putra putri nya bisa mengikuti petunjuk pendaftaran di bawah ini 👇👇👇 PENDAFTARAN SANTRI BARU PONDOK PESANTREN DAARUL AULA SINGKUT TAHUN PELAJARAN 2022-2023 M/ 1443-1444 H السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرْكَاتُهُ Bapak/Ibu calon wali santri PP. Daarul Aula, mudah-mudahan selalu dirahmati oleh Allah Ta'ala.    Kami Panitia Penerimaan Santri Baru Pondok Pesantren DAARUL AULA Singkut memberitahukan bahwa pendaftaran bisa dilakukan dengan 3 (tiga) cara, yaitu ; 1. Pendaftaran dengan cara datang langsung ke Kantor atau Sekretariat Penerimaan Santri Baru di Pondok Pesantren Daarul Aula. 2. Pendaftaran dilakukan dengan cara DARING (ONLINE) bisa melalui Hp Android dan Laptop dengan cara mengisi formulir pendaftaran (klik tautan di bawah ini) ;...

SIAPAKAH YANG LEBIH BERHAK MENJADI IMAM SHOLAT ???

  Sholat adalah termasuk salah satu dari rukun Islam yang lima dan merupakan kewajiban bagi setiap orang islam yang sudah baligh, berakal suci dari haidh dan nifas, tidak gila ataupun tidak pingsan.  Meninggalkan sholat termasuk dosa yang besar urutan yang keempat setelah syirik, membunuh dan sihir, sebagaimana dijelaskan oleh Imam adz-Dzahabi di dalam kitab beliau al-Kabair. Para ulama sepakat bahwasanya orang yang meninggalkan sholat secara sengaja dan mengingkari kewajiban sholat, maka ia dihukumi sebagai orang kafir murtad. Sedangkan orang yang meninggalkan sholat disebabkan kemalasan dan kelalaian, maka ia dihukumi sebagai orang yang Fasiq. Di samping itu juga orang yang meninggalkan Sholat akan dimasukkan ke dalam neraka Saqar. Allah berfirman ; مَا سَلَـكَـكُمْ فِيْ سَقَرَ   ,   قَا لُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَ   “ Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (Neraka) Saqar?. "Mereka menjawab, "Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan sholat...

HUKUM SHOLAT DI BELAKANG SHAF YANG ADA CELAH MENURUT 4 IMAM

  Menurut mazhab Hanafi, Maliki dan Syafi’i, Sholat di belakang shaf yang ada renggang atau celah hal ini makruh menurut kesepakatan para imam mazhab, tidak termasuk Imam Hambali. Sedangkan menurut mazhab Hambali : Jika seseorang sholat di belakang shaf yang ada renggang atau celah, jika dia sendirian maka batal sholatnya. Tapi, jika bersama lainnya, maka makruh sholatnya. Diterjemahkan dari Kitab al-Fiqh 'ala Mazahib al-Arba'ah Karya 'Abdurrahman al-Jaziriy Jilid 1 Halaman 253